Rabu, 04 Maret 2009
TUTUPLAH AURATMU WAHAI MUSLIMAH
Menginginkan kecantikan dan suka kepada kecantikan tidak menjadi suatu kesalahan. Hal tersebut adalah fitrah manusia. Semua orang secara wajar ingin nampak cantik. Bukan hanya itu, Allah yang kita sembah itu pun sangat cantik. Rasulullah s.a.w menegaskan dalam satu hadisnya, Allah itu indah dan suka pada keindahan. Keindahan Allah terletak pada sifat-sifat kesempurnaan-Nya.Allah juga cinta pada keindahan, sebab itulah Islam yang diturunkan oleh Allah untuk menjadi panutan manusia ini juga sangat indah. Dan salah satu ciri keindahan Islam ialah ajarannya sangat cocok dengan fitrah semula jadi manusia. Jika ada orang yang mengatakan Islam itu tidak indah, bukan Islam yang tidak indah tetapi jiwa orang itu yang tidak indah. Begitu jugalah dunia ciptaan Allah ini, ia juga sangat indah. Wanita juga adalah ciptaan Allah dan tentu saja wanita cantik. Yang menjadi masalah, di manakah letaknya kecantikan sebenar pada seorang wanita? Kalau kita berbagai manusia, maka sudah pasti kita akan temui berbagai jawapan. Ada yang merasakan kecantikan wanita itu pada wajah, pada bentuk tubuh, pada kebijaksanaan atau pada tingkah lakunya. Dan yang menyatakan kecantikan pada wajah ada pula tergantung pada beberapa hal atau pandangan, ada yang mengatakan kecantikannya terletak pada hidung, pada mata dan sebagainya. Pendek kata kecantikan itu sangat relatif sifatnya. Lain orang, lain penilaiannya. Namun sebagai seorang Islam, kita tentulah ada tolok ukur tersendiri untuk menilai kecantikan. Kita tentunya mengukur kecantikan wanita mengikut tolok ukur Islam. Dan tentu saja kecantikan yang menjadi penilaian Islam adalah lebih hakiki dan abadi lagi. Misalnya, kalaulah kecantikan itu hanya terletak pada wajah, wajah itu lambat-laun akan dimakan usia. Itu hanya bersifat sementara. Apabila usia menua, kulit akan berkedut, tentulah wajah tidak cantik lagi. Jadi tentulah ini bukan ukuran kecantikan yang sejati dan abadi. Sebagai hamba Allah, kita hendaklah melihat kecantikan selaras dengan penilaian Allah atas keyakinan apa yang dinilai oleh- Nya lebih tepat dan benar. Apakah kecantikan yang dimaksudkan itu? Kecantikan yang dimaksudkan ialah kecantikan budi pekerti ataupun akhlak. Kecantikan ini jika ada pada seseorang, lebih kekal. Inilah kecantikan yang hakiki sesuai penilaian Allah. Kecantikan akhlak adalah satu yang abadi. Malah akhlak yang baik juga sangat disukai oleh hati manusia.Ya, mata menilai kecantikan pada rupa. Akal menilai pada fikiran yang cerdik. Nafsu menilai pada bentuk tubuh yang menarik. Tetapi hati pulalah menilai kecantikan pada akhlak dan budi. Dan kecantikan akhlak ini lebih diterima oleh semua orang berbanding kecantikan wajah dan tubuh badan. Cantik tidak salah, tetapi salah menggunakan kecantikan itulah yang salah. Kata orang, wanita yang cantik jarang berakhlak. Umpama bunga yang cantik, jarang yang wangi. Tetapi kalau cantik dan berakhlak pula, inilah yang hebat. Umpama cantiknya wanita solehah pada zaman nabi seperti Siti Aishah r.a, Atikah binti Zaid dan lain-lain. Oleh karena itu dapatkanlah kecantikan sejati. Carilah wajah hati dan rupa budi yang menawan. Ingatlah bahwa kecantikan itu bermula dari dalam ke luar. Bukan sebaliknya. Oleh itu, pertama, tanamkan di dalam hati kita iman berdasarkan ilmu yang tepat dan penghayatan yang tinggi. Kemudian iman ini buktikanlah dengan perbuatan yang baik. Jadi perkara kedua ialah susulilah iman itu dengan perbuatan yang baik. Atur kehidupan mengikut syariat atau peraturan Tuhan. Apabila iman ditanam, syariat ditegakkan, akan berbuahlah akhlak yang mulia. Wajah, perilaku dan pribadi kita akan nampak cantik sekali. Inilah yang dikatakan kecantikan yang hakiki. Begitu juga, rambut yang dianggap sbg "mahkota wanita" itu hendaklah ditutup. Ini bukanlah bererti menutup kecantikan wanita. Kecantikan itu tidak seluruhnya terletak pada rambut, hingga menutup rambut boleh menghilangkan kecantikan wanita. Ya, memang rambut mahkota wanita, justru mahkotalah ia tidak boleh dipamerkan sesuka hati. Begitulah rambut kepada wanita, jika ia dianggap mahkota maka ia perlu disimpan dengan baik. Ditutup dengan kain yang sopan. Dan hanya dipamerkan kepada orang yang berhak yakni kepada muhrimnya. Tidak, kecantikan wanita tidak akan terlindung hanya dengan dia menutup tudungnya, kerana ada banyak kecantikan lagi yang boleh dipamerkannya. Misalnya, kecantikan tuturkata, tingkah laku dan budi pekerti. Bagaimana masih boleh kelihatan cantik walaupun telah menutup aurat? Seperti yang telah dikatakan tadi, jagalah hal-hal yang lain yang boleh dipamerkan. Misalnya, wajah kita biarlah bercahaya, pakaian kita kemas, muka kita bersih dan pandangan kita lembut. Tutuplah Aruratmu wahai ukhtee tidak ada alasan untuk membantah ketentuan Allah. Cantik dimata Allah lebih utama daripada cantik dimata manusia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


artikelnya jenarik salam kenal Look at me.. Drop smile 4uu:) http://addvaluemarket.blogspot.com/
BalasHapus